Selasa, 10 April 2012

Gak Buat Semua

Pergulatan antara batin dan egoisme.
Bukannya aku tak mau kembali ke rumah itu , tapi seandainya disana hanya ada dia , mungkin sekarang juga aku akan berlari kearahnya , namun aku tau itu tak mungkin .
Memang benar kata orang , menikah itu bukan hanya kita menikah dengan pasangan kita , tetapi kita juga harus “menikah” dengan keluarganya juga .
Aku tau dia lebih sakit ku bikin disini (keluargaku) , tapi dari awal aku angankan bahagia bila aku dapat hidup terpisah dengan keluargaku dan hidup bertiga dengan anak juga suamiku.
Benar kata suamiku, “Kenyataan tak akan selalu seindah yang kita bayangkan” .
Banyak sekali cobaan yang mampir ke rumah tangga kami. Silih berganti tiada jedah .
Jalanku sangat panjang hingga mencapai ke titik ini , dan aku harus memilih untuk menentukan semuanya .
Bersambung atau selesai .
Aku bersungguh-sungguh saat berjanji di depan Tuhan saat pemberkatan pernikahan kami dulu. Aku akan mencintainya sampai Tuhan yang memisahkan kita. Saat suka duka , aku akan selalu ada di sampingnya .
Tapi kenapa semua itu ku ingkari ?
Saat ini suamiku tak dalam keadaan suka , lalu kenapa aku disini , tak berada disampingnya ?
Bukannya aku sudah berjanji pada Tuhan untuk selalu mendampinginya ?
Ingin sekali bisa berkumpul lagi dengan nya , tapi aku juga harus memikirkan masa depanku.
Aku tak ingin hidup begini , dicaci-maki karna rupiah .
Bukannya matre , tapi aku ingin keluargaku nanti hidup secara berkecukupan.
Salahkah aku ?
Umurku tak akan kembali , makin hari makin berkurang . begitu pula dengan kesempatanku untuk menggapai cita-cita. Kini telah datang kesempatan kedua , haruskan aku menyia-nyiakan seperti dulu aku menyia-nyiakan kesempatanku yang pertama ?
Haruskah ku hancurkan keluargaku demi cita-cita ?
Atau haruskah ku buang semua impian ku untuk bisa bahagia bersama keluargaku ?
Aku takut ..
Kalau aku salah memilih , aku akan kehilangan semua nya .
Siapkah aku untuk kehilangan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar