Jumat, 30 Maret 2012

Prinsip Yang Salah

Lagi - lagi tentang sebuah penyesalan .
Bukan, ini arti dari sebuah prinsip hidup .
sebuah prinsip akan mendatangkan mala - petaka .
Bukan berarti semua orang salah bila memegang teguh prinsip hidup nya , karna memang dalam sebuah kehidupan harus memiliki prinsip untuk berdiri kokoh .
aku tak memiliki prinsip hidup .
untuk apa bila pada akhirnya yang menghancurkan ku adalah prinsip itu sendiri .
hanya berujung kehidupan yang tak menyenangkan lagi .

dulu , aku berpikir bahwa aku harus keluar dari kehidupan yang seperti ini secepatnya , dan me - mimpi - kan sebuah kehidupan yang depenuhi oleh suka cita dan tawa .
tapi bukan di tempat itu .
hanya di tempatku sendiri .
aku masih muda , 21 tahun .
masih terbuka luas masa produktiitas ku untuk mewujudkan semua yang sempat tertunda dulu .
aku tak mau di kekang oleh rutinitas yang sama di setiap harinya .
aku tak mau hanya menundukkan kepala dan menangis di dalam hati dan hanya bisa memendam nya saja .

tapi semua itu ternyata menyeretku ke sebuah kehancuran yang amat menyakitkan untukku .
tetap saja lah , bukan aku yang jadi prioritas di sini .
anak ku lah yang jadi korban dari egoisme masa muda ku .
aku yang menghancurkan semua nya hanya karna terbuai angan - angan belaka .

aku hanya ingin hidup tenang dan nyaman .
hanya itu .
sekarang semua nya tak ada artinya lagi .
untuk apa aku mencukupi semua kebutuhan kami kalau dalam hati kami tak bahagia .
untuk apa ku peras keringat kalau anakku tak bahagia .
ternyata aku tak membutuhkan apa pun .
hanya butuh ayoman dari sebuah keluarga yang memang tanpa pamrih bersedia terbebani oleh kami .

Memang ku terlalu munafik .
Berkali - kali Tuhan menunjukkan jalan yang harus ku lalui .
tapi aku selalu keukeuh dengan apa yang ada di kepala ku .
Tuhan sayang dengan ku .
dia tak pernah meninggalkan ku .
padahal belum genap satu tahun aku mengenalnya , Dia sudah memperlihatkan kehadirannya di hidupku .
tanpa - Nya aku tak bisa apa - apa sekarang .
tanya tangan - Nya aku tak akan dapat kesempatan begini .

Aku hanya ingin mencoba menata kehidupanku untuk yang kesekian kalinya .
aku tau itu terlalu sulit , tapi aku tak ingin menyia - nyia - kan jalan ini .
aku hanya berharap semua nya akan baik - baik saja , walaupun itu mustahil .

aku rindu keluarga kecilku berkumpul .
tertawa bersama karna ulah si kecil kita .
marah karna si michiie kita .
aku hanya inginkan itu saja , berkumpul kembali dengan suami dan anakku .

Love Michiie


Kamis, 29 Maret 2012

Sesal Yang Memuakkan

sebuah penyesalan yang tak henti - hentinya menyesakkan dada .
aku terlalu munafik untuk mengakui kesalahan , hanya mengeraskan hati untuk sesuatu yang berujung tangis darah .
ingin tidur dan kembali ke sisi nya dan tak akan pernah lari dari cobaan hidup .
hanya mampu lari - lari - dan lari , tanpa bisa menyelesaikan garis finis nya .
kalau begini terus , sampai kapan diri ini akan terbentuk kokoh untuk mempertahankan sebuah prinsip keluarga .
aku memang masih muda , dan ku selalu berkoar - koar bahwa jalan ku masih panjang .
tapi kalau seandainya besok atau nanti , aku dipanggil oleh - Nya , apakah jalanku masih panjang ?
ya Tuhan , aku harus bagaimana ?
rasanya sudah mati semua syaraf di tubuh ku ini .
bagai kaset rusak yang hanya bisa memutar setiap detail kebersamaan kita dulu .
bagai tersayat sembilu , makanpun tak penting lagi .
harus kemana ku cari lelaki yang seperti dia ?
bukan masalah paras atau amarahnya , namun kenyamanan bila bersamanya .
ataukah kami memang bukan jodoh ?
kalau memang bukan jodoh , lalu untuk apa aku dipertemukan dengan nya hingga terbelit perasaan yang menyesakkan ini .
aku mencintainya .
dia papa dari anakku .
ingin rasanya teriak sekencang - kencang nya dan berlari ke arahnya .
namun apa masih bisa ?
penyesalan memang hanya untuk disesali .
dia obat segala penyakit ku .
akankah aku bisa bertahan kalau tak ada lagi obat ku ?