Sabtu, 04 Agustus 2012
Asa tak berguna
Ketika itu ingin kuu turun dan menghampiri bebeii di the patch dan menangis sepuas hatiku.
Hingga detik-detik menjelang keberangkatan masih terus berharap dia akan ada untuk membawaku pulang.
tapi Tuhan berkata lain. Dia tak pernah datang untuk membawaku pulang.
di tempat lain,
dia pulang dan tak menemukan ku disana.
demi tuhan andai kuu tau semuanya apa yang sedang terjadi padanya saat itu , ingin kuu tinggalkan semua tas dan berlari pulang dan memeluknya. Ya Tuhan ..
mencuci piring , bajuu , nyapu, ngepel ,
ya Tuhan, apa aku buta ?
tak pernah keluar sepatah katapun mengeluhkan semua apa yang telah ia kerjakan. hanya berkata,"Gpp, biar kau tak terlalu capek."
lalu bagaimana dengankuu ?
Tiada hari tanpa mengeluh. Padahal kuu tau itu tugasku sebagai istrinya.
Bodoh !
Kenapa baru sekarang kuu buka mata ?!
Bebeiikuu , kenapa kau memilih aku untuk yang menyakitimu ?
tidurpun kau rela untuk memakai selimut tipis , sedang aku hangat di selimutmu yang tebal.
Masih banyak pengorbanan-pengorbanan yang rela kau lakukan demi menunjukkan kalau kau memang tulus sayang aku.
Lalu balasan apa yang kuu beri untukmu ?
meninggalkanmu saat kuu tau kau membutuhkan kami disampingmu.
Gak ngerti gimana caranya mengembalikan semuanya seperti semula.
Apa yang kulakukan membuat semuanya tidak pada tempatnya.
ingin mencoba memberikan cinta untuknya sekali lagi, namun apa aku masih punya kesempatan untuk itu ?
Selasa, 10 April 2012
Gak Buat Semua
Pergulatan antara batin dan egoisme.
Bukannya aku tak mau kembali ke rumah itu , tapi seandainya disana hanya ada dia , mungkin sekarang juga aku akan berlari kearahnya , namun aku tau itu tak mungkin .
Memang benar kata orang , menikah itu bukan hanya kita menikah dengan pasangan kita , tetapi kita juga harus “menikah” dengan keluarganya juga .
Aku tau dia lebih sakit ku bikin disini (keluargaku) , tapi dari awal aku angankan bahagia bila aku dapat hidup terpisah dengan keluargaku dan hidup bertiga dengan anak juga suamiku.
Benar kata suamiku, “Kenyataan tak akan selalu seindah yang kita bayangkan” .
Banyak sekali cobaan yang mampir ke rumah tangga kami. Silih berganti tiada jedah .
Jalanku sangat panjang hingga mencapai ke titik ini , dan aku harus memilih untuk menentukan semuanya .
Bersambung atau selesai .
Aku bersungguh-sungguh saat berjanji di depan Tuhan saat pemberkatan pernikahan kami dulu. Aku akan mencintainya sampai Tuhan yang memisahkan kita. Saat suka duka , aku akan selalu ada di sampingnya .
Tapi kenapa semua itu ku ingkari ?
Saat ini suamiku tak dalam keadaan suka , lalu kenapa aku disini , tak berada disampingnya ?
Bukannya aku sudah berjanji pada Tuhan untuk selalu mendampinginya ?
Ingin sekali bisa berkumpul lagi dengan nya , tapi aku juga harus memikirkan masa depanku.
Aku tak ingin hidup begini , dicaci-maki karna rupiah .
Bukannya matre , tapi aku ingin keluargaku nanti hidup secara berkecukupan.
Salahkah aku ?
Umurku tak akan kembali , makin hari makin berkurang . begitu pula dengan kesempatanku untuk menggapai cita-cita. Kini telah datang kesempatan kedua , haruskan aku menyia-nyiakan seperti dulu aku menyia-nyiakan kesempatanku yang pertama ?
Haruskah ku hancurkan keluargaku demi cita-cita ?
Atau haruskah ku buang semua impian ku untuk bisa bahagia bersama keluargaku ?
Aku takut ..
Kalau aku salah memilih , aku akan kehilangan semua nya .
Siapkah aku untuk kehilangan ?
Bukannya aku tak mau kembali ke rumah itu , tapi seandainya disana hanya ada dia , mungkin sekarang juga aku akan berlari kearahnya , namun aku tau itu tak mungkin .
Memang benar kata orang , menikah itu bukan hanya kita menikah dengan pasangan kita , tetapi kita juga harus “menikah” dengan keluarganya juga .
Aku tau dia lebih sakit ku bikin disini (keluargaku) , tapi dari awal aku angankan bahagia bila aku dapat hidup terpisah dengan keluargaku dan hidup bertiga dengan anak juga suamiku.
Benar kata suamiku, “Kenyataan tak akan selalu seindah yang kita bayangkan” .
Banyak sekali cobaan yang mampir ke rumah tangga kami. Silih berganti tiada jedah .
Jalanku sangat panjang hingga mencapai ke titik ini , dan aku harus memilih untuk menentukan semuanya .
Bersambung atau selesai .
Aku bersungguh-sungguh saat berjanji di depan Tuhan saat pemberkatan pernikahan kami dulu. Aku akan mencintainya sampai Tuhan yang memisahkan kita. Saat suka duka , aku akan selalu ada di sampingnya .
Tapi kenapa semua itu ku ingkari ?
Saat ini suamiku tak dalam keadaan suka , lalu kenapa aku disini , tak berada disampingnya ?
Bukannya aku sudah berjanji pada Tuhan untuk selalu mendampinginya ?
Ingin sekali bisa berkumpul lagi dengan nya , tapi aku juga harus memikirkan masa depanku.
Aku tak ingin hidup begini , dicaci-maki karna rupiah .
Bukannya matre , tapi aku ingin keluargaku nanti hidup secara berkecukupan.
Salahkah aku ?
Umurku tak akan kembali , makin hari makin berkurang . begitu pula dengan kesempatanku untuk menggapai cita-cita. Kini telah datang kesempatan kedua , haruskan aku menyia-nyiakan seperti dulu aku menyia-nyiakan kesempatanku yang pertama ?
Haruskah ku hancurkan keluargaku demi cita-cita ?
Atau haruskah ku buang semua impian ku untuk bisa bahagia bersama keluargaku ?
Aku takut ..
Kalau aku salah memilih , aku akan kehilangan semua nya .
Siapkah aku untuk kehilangan ?
Selasa, 03 April 2012
I Hate My Self
pengen mencoba menjadi dewasa ,
pengen melupakan semua sakit hati ,
pengen melupakan semua kekecewaan ,
pengen melupakan semua kesakitan ,
pengen melupakan semua kemarahan ,
tapi sanggupkah aku ?
pengen putus asa ..
aku cuma ingin di hargai , tak butuh aku di sanjung - sanjung , aku cuma ingin di anggap aku itu ada .
aku bukan perempuan yang hanya lulusan SMA dan hanya mentok di bidang itu ajah .
aku bisa segalanya , bahkan untuk mendendam aku sangat bisa .
tapi apa aku harus tetap bersifat keras begitu ?
aku masih belum fasih mengendalikan diriku .
aku memang masih muda , tapi aku harus mendewasakan diri di usia muda ku .
aku ingin yang terbaik buad semuanya , aku , anakku , dan juga suamiku .
tapi sekali lagi aku bukan tuhan .
meski seandainya aku bisa melupakan semua itu ,
tapi aku tak yakin rasa itu masih tersimpan di batinku .
entahlah ..
pengen melupakan semua sakit hati ,
pengen melupakan semua kekecewaan ,
pengen melupakan semua kesakitan ,
pengen melupakan semua kemarahan ,
tapi sanggupkah aku ?
pengen putus asa ..
aku cuma ingin di hargai , tak butuh aku di sanjung - sanjung , aku cuma ingin di anggap aku itu ada .
aku bukan perempuan yang hanya lulusan SMA dan hanya mentok di bidang itu ajah .
aku bisa segalanya , bahkan untuk mendendam aku sangat bisa .
tapi apa aku harus tetap bersifat keras begitu ?
aku masih belum fasih mengendalikan diriku .
aku memang masih muda , tapi aku harus mendewasakan diri di usia muda ku .
aku ingin yang terbaik buad semuanya , aku , anakku , dan juga suamiku .
tapi sekali lagi aku bukan tuhan .
meski seandainya aku bisa melupakan semua itu ,
tapi aku tak yakin rasa itu masih tersimpan di batinku .
entahlah ..
Gondok
males bangett !!
rame amat amir dsene !
tak bisa kah tenang barang sejenak saja ?!
pusing banget ya Tuhan !
rame amat amir dsene !
tak bisa kah tenang barang sejenak saja ?!
pusing banget ya Tuhan !
You Are The Universe
sesungguhnya Setiap manusia memang diberi kebebasan untuk memilih .
memilih di persimpangan - persimpangan kecil atau besar dalam sebbuah "Big Master Plan" yang telah di berikan Tuhan kepada kita semenjak kita lahir .
You are the universe
you're the driver , not a passenger in life
And when you're ready
you won't have to try 'cause
you are the universe and there ain't nothin' you can't do
if you conceive it , you can achieve it
that's why i belive in you
memilih di persimpangan - persimpangan kecil atau besar dalam sebbuah "Big Master Plan" yang telah di berikan Tuhan kepada kita semenjak kita lahir .
You are the universe
you're the driver , not a passenger in life
And when you're ready
you won't have to try 'cause
you are the universe and there ain't nothin' you can't do
if you conceive it , you can achieve it
that's why i belive in you
Senin, 02 April 2012
Pengen Kuliah , Tapi ..
bingung bnget .
pengen kuliah lagi aku memang , tapi di satu sisi aku jga pengen pulang ke bebeii .
galau mode ON .
pengen nunjukin ke orang-orang kalau aku mampu jadi sukses . dan gak di pandang rendah lagi .
kalo aku kuliah , aku ga akan bisa ketemu ma bebeii .
bakalan jadi neraka hidupku nanti .
pengen kumpul lagi ma bebeii .
wes entahlah , semoga tuhan ngasih yang terbaik dari jalan yang nantinya aku pilih .
amien !
pengen kuliah lagi aku memang , tapi di satu sisi aku jga pengen pulang ke bebeii .
galau mode ON .
pengen nunjukin ke orang-orang kalau aku mampu jadi sukses . dan gak di pandang rendah lagi .
kalo aku kuliah , aku ga akan bisa ketemu ma bebeii .
bakalan jadi neraka hidupku nanti .
pengen kumpul lagi ma bebeii .
wes entahlah , semoga tuhan ngasih yang terbaik dari jalan yang nantinya aku pilih .
amien !
Nikah Itu ...
"I will remember always that marriage,
like life, is a journey –
not a destination –
and that its treasures are found not just at the end but all along the way.
- FROM THIS MOMENT -
From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on
From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on
I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you, can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment on
You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
From this moment
I will love you as long as I live
From this moment on
like life, is a journey –
not a destination –
and that its treasures are found not just at the end but all along the way.
- FROM THIS MOMENT -
From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on
From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on
I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you, can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment on
You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
From this moment
I will love you as long as I live
From this moment on
Jumat, 30 Maret 2012
Prinsip Yang Salah
Lagi - lagi tentang sebuah penyesalan .
Bukan, ini arti dari sebuah prinsip hidup .
sebuah prinsip akan mendatangkan mala - petaka .
Bukan berarti semua orang salah bila memegang teguh prinsip hidup nya , karna memang dalam sebuah kehidupan harus memiliki prinsip untuk berdiri kokoh .
aku tak memiliki prinsip hidup .
untuk apa bila pada akhirnya yang menghancurkan ku adalah prinsip itu sendiri .
hanya berujung kehidupan yang tak menyenangkan lagi .
dulu , aku berpikir bahwa aku harus keluar dari kehidupan yang seperti ini secepatnya , dan me - mimpi - kan sebuah kehidupan yang depenuhi oleh suka cita dan tawa .
tapi bukan di tempat itu .
hanya di tempatku sendiri .
aku masih muda , 21 tahun .
masih terbuka luas masa produktiitas ku untuk mewujudkan semua yang sempat tertunda dulu .
aku tak mau di kekang oleh rutinitas yang sama di setiap harinya .
aku tak mau hanya menundukkan kepala dan menangis di dalam hati dan hanya bisa memendam nya saja .
tapi semua itu ternyata menyeretku ke sebuah kehancuran yang amat menyakitkan untukku .
tetap saja lah , bukan aku yang jadi prioritas di sini .
anak ku lah yang jadi korban dari egoisme masa muda ku .
aku yang menghancurkan semua nya hanya karna terbuai angan - angan belaka .
aku hanya ingin hidup tenang dan nyaman .
hanya itu .
sekarang semua nya tak ada artinya lagi .
untuk apa aku mencukupi semua kebutuhan kami kalau dalam hati kami tak bahagia .
untuk apa ku peras keringat kalau anakku tak bahagia .
ternyata aku tak membutuhkan apa pun .
hanya butuh ayoman dari sebuah keluarga yang memang tanpa pamrih bersedia terbebani oleh kami .
Memang ku terlalu munafik .
Berkali - kali Tuhan menunjukkan jalan yang harus ku lalui .
tapi aku selalu keukeuh dengan apa yang ada di kepala ku .
Tuhan sayang dengan ku .
dia tak pernah meninggalkan ku .
padahal belum genap satu tahun aku mengenalnya , Dia sudah memperlihatkan kehadirannya di hidupku .
tanpa - Nya aku tak bisa apa - apa sekarang .
tanya tangan - Nya aku tak akan dapat kesempatan begini .
Aku hanya ingin mencoba menata kehidupanku untuk yang kesekian kalinya .
aku tau itu terlalu sulit , tapi aku tak ingin menyia - nyia - kan jalan ini .
aku hanya berharap semua nya akan baik - baik saja , walaupun itu mustahil .
aku rindu keluarga kecilku berkumpul .
tertawa bersama karna ulah si kecil kita .
marah karna si michiie kita .
aku hanya inginkan itu saja , berkumpul kembali dengan suami dan anakku .
Bukan, ini arti dari sebuah prinsip hidup .
sebuah prinsip akan mendatangkan mala - petaka .
Bukan berarti semua orang salah bila memegang teguh prinsip hidup nya , karna memang dalam sebuah kehidupan harus memiliki prinsip untuk berdiri kokoh .
aku tak memiliki prinsip hidup .
untuk apa bila pada akhirnya yang menghancurkan ku adalah prinsip itu sendiri .
hanya berujung kehidupan yang tak menyenangkan lagi .
dulu , aku berpikir bahwa aku harus keluar dari kehidupan yang seperti ini secepatnya , dan me - mimpi - kan sebuah kehidupan yang depenuhi oleh suka cita dan tawa .
tapi bukan di tempat itu .
hanya di tempatku sendiri .
aku masih muda , 21 tahun .
masih terbuka luas masa produktiitas ku untuk mewujudkan semua yang sempat tertunda dulu .
aku tak mau di kekang oleh rutinitas yang sama di setiap harinya .
aku tak mau hanya menundukkan kepala dan menangis di dalam hati dan hanya bisa memendam nya saja .
tapi semua itu ternyata menyeretku ke sebuah kehancuran yang amat menyakitkan untukku .
tetap saja lah , bukan aku yang jadi prioritas di sini .
anak ku lah yang jadi korban dari egoisme masa muda ku .
aku yang menghancurkan semua nya hanya karna terbuai angan - angan belaka .
aku hanya ingin hidup tenang dan nyaman .
hanya itu .
sekarang semua nya tak ada artinya lagi .
untuk apa aku mencukupi semua kebutuhan kami kalau dalam hati kami tak bahagia .
untuk apa ku peras keringat kalau anakku tak bahagia .
ternyata aku tak membutuhkan apa pun .
hanya butuh ayoman dari sebuah keluarga yang memang tanpa pamrih bersedia terbebani oleh kami .
Memang ku terlalu munafik .
Berkali - kali Tuhan menunjukkan jalan yang harus ku lalui .
tapi aku selalu keukeuh dengan apa yang ada di kepala ku .
Tuhan sayang dengan ku .
dia tak pernah meninggalkan ku .
padahal belum genap satu tahun aku mengenalnya , Dia sudah memperlihatkan kehadirannya di hidupku .
tanpa - Nya aku tak bisa apa - apa sekarang .
tanya tangan - Nya aku tak akan dapat kesempatan begini .
Aku hanya ingin mencoba menata kehidupanku untuk yang kesekian kalinya .
aku tau itu terlalu sulit , tapi aku tak ingin menyia - nyia - kan jalan ini .
aku hanya berharap semua nya akan baik - baik saja , walaupun itu mustahil .
aku rindu keluarga kecilku berkumpul .
tertawa bersama karna ulah si kecil kita .
marah karna si michiie kita .
aku hanya inginkan itu saja , berkumpul kembali dengan suami dan anakku .
Kamis, 29 Maret 2012
Sesal Yang Memuakkan
sebuah penyesalan yang tak henti - hentinya menyesakkan dada .
aku terlalu munafik untuk mengakui kesalahan , hanya mengeraskan hati untuk sesuatu yang berujung tangis darah .
ingin tidur dan kembali ke sisi nya dan tak akan pernah lari dari cobaan hidup .
hanya mampu lari - lari - dan lari , tanpa bisa menyelesaikan garis finis nya .
kalau begini terus , sampai kapan diri ini akan terbentuk kokoh untuk mempertahankan sebuah prinsip keluarga .
aku memang masih muda , dan ku selalu berkoar - koar bahwa jalan ku masih panjang .
tapi kalau seandainya besok atau nanti , aku dipanggil oleh - Nya , apakah jalanku masih panjang ?
ya Tuhan , aku harus bagaimana ?
rasanya sudah mati semua syaraf di tubuh ku ini .
bagai kaset rusak yang hanya bisa memutar setiap detail kebersamaan kita dulu .
bagai tersayat sembilu , makanpun tak penting lagi .
harus kemana ku cari lelaki yang seperti dia ?
bukan masalah paras atau amarahnya , namun kenyamanan bila bersamanya .
ataukah kami memang bukan jodoh ?
kalau memang bukan jodoh , lalu untuk apa aku dipertemukan dengan nya hingga terbelit perasaan yang menyesakkan ini .
aku mencintainya .
dia papa dari anakku .
ingin rasanya teriak sekencang - kencang nya dan berlari ke arahnya .
namun apa masih bisa ?
penyesalan memang hanya untuk disesali .
dia obat segala penyakit ku .
akankah aku bisa bertahan kalau tak ada lagi obat ku ?
aku terlalu munafik untuk mengakui kesalahan , hanya mengeraskan hati untuk sesuatu yang berujung tangis darah .
ingin tidur dan kembali ke sisi nya dan tak akan pernah lari dari cobaan hidup .
hanya mampu lari - lari - dan lari , tanpa bisa menyelesaikan garis finis nya .
kalau begini terus , sampai kapan diri ini akan terbentuk kokoh untuk mempertahankan sebuah prinsip keluarga .
aku memang masih muda , dan ku selalu berkoar - koar bahwa jalan ku masih panjang .
tapi kalau seandainya besok atau nanti , aku dipanggil oleh - Nya , apakah jalanku masih panjang ?
ya Tuhan , aku harus bagaimana ?
rasanya sudah mati semua syaraf di tubuh ku ini .
bagai kaset rusak yang hanya bisa memutar setiap detail kebersamaan kita dulu .
bagai tersayat sembilu , makanpun tak penting lagi .
harus kemana ku cari lelaki yang seperti dia ?
bukan masalah paras atau amarahnya , namun kenyamanan bila bersamanya .
ataukah kami memang bukan jodoh ?
kalau memang bukan jodoh , lalu untuk apa aku dipertemukan dengan nya hingga terbelit perasaan yang menyesakkan ini .
aku mencintainya .
dia papa dari anakku .
ingin rasanya teriak sekencang - kencang nya dan berlari ke arahnya .
namun apa masih bisa ?
penyesalan memang hanya untuk disesali .
dia obat segala penyakit ku .
akankah aku bisa bertahan kalau tak ada lagi obat ku ?
Langganan:
Postingan (Atom)

